28.10.11

Nokia Lumia 800, Windows Phone 7.5 Mango Dari Nokia




Nokia memang sudah menjanjikan ponsel WP7 yang berbeda dibanding kompetitornya dan memang Nokia Lumia 800 telah resmi diumumkan hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan desain unibody yang cool serta tak ketinggalan spesifikasi yang cukup handal.

Nokia Lumia 800 memang lebih mahal dan lebih oke spesifikasi dibanding saudara kecilnya yaitu Nokia Lumia 710 yang sama-sama lahir pada hari yang sama hanya saja mentargetkan pasar berbeda di mana Nokia Lumia 710 lebih cocok untuk anak muda dengan back cover bisa diganti dan desain cocok untuk kalangan muda.



Nokia Lumia 800 memiliki layar 3.7 inci ClearBack AMOLED dengan resolusi 800 x 480 px yang lebih kecil sedikit dibanding Nokia N9 saudara kembarnya yang menggunakan OS Meego yang dikarenakan adanya tombol untuk Windows Phone di bagian bawah. Prosesor Nokia Lumia 800 dengan kecepatan 1.4 Ghz dengan chip Qualcomm MSM 8255 memang dirasa cukup tangguh menghadapi lawan-lawan Droid maupun Mango lainnya.

Hp Nokia Lumia 800 akan menggunakan Micro SIM Card. Kamera Lumia 800 cukup mantap dengan resolusi 8mp f/2.2 dengan optik Carl Zeiss dengan auto-focus dan dual LED Flash. Ada 3 pilihan warna Nokia Lumia 800 yang bisa dipilih yaitu biru, magenta dan hitam.

Kapasitas penyimpanan internal yang disediakan Nokia Lumia 800 adalah sebesar 16 GB. Bahkan Microsoft menyediakan layanan penyimpanan cloud gratis sebesar 25 GB. Tak ketinggalan ada fitur 802.11b/g/n WiFi, Bluetooth 2.1, dan aGPS serta betere 1450 mAh.

Tak ketinggalan ada aplikasi spesial menyertai Nokia Lumia 800 seperti Nokia Drive dengan turn-by-turn GPS navigation untuk menyetir dan Nokia Maps. Lalu juga ada Nokia Music dengan MixRadio yang menawarkan stasiun radio global streaming yang gratis.

INILAH SPESIFIKASI NOKIA LUMIA 800

General : 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network : HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
Announced Status : 2011, October
Coming soon. Exp. release 2011, November
Size Dimensions : 116.5 x 61.2 x 12.1 mm, 76.1 cc
Weight 142 g
Display Type : AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 480 x 800 pixels, 3.7 inches (~252 ppi pixel density)
- Nokia ClearBlack display
- Multi-touch input method
- Proximity sensor for auto turn-off
- Accelerometer sensor for UI auto-rotate
- Touch-sensitive controls
Sound Alert types : Vibration; MP3, WAV ringtones
Loudspeaker : Yes
3.5mm jack : Yes
Memory Phonebook : Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records : Yes
Internal : 16 GB storage, 512 MB RAM
Card slot : No
Data : GPRS Class 33
EDGE : Class 33
3G : HSDPA 14.4 Mbps, HSUPA 5.76 Mbps
WLAN : Wi-Fi 802.11 b/g/n
Bluetooth : Yes, v2.1 with A2DP, EDR
Infrared port : No
USB : Yes, microUSB v2.0
Camera Primary : 8 MP, 3264x2448 pixels, Carl Zeiss optics, autofocus, dual-LED flash
Features Geo-tagging
Video : Yes, 720p@30fps
Secondary : No
Features : OS Microsoft Windows Phone 7.5 Mango
CPU : 1.4 GHz processor, Qualcomm MSM8255 chipset, 3D Graphics HW Accelerator
Messaging : SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email, IM
Browser : WAP 2.0/xHTML, HTML5, RSS feeds
Radio : Stereo FM radio with RDS
Games : Yes + downloadable
Colors : Black, Cyan, Magenta
GPS : Yes, with A-GPS support
Java : Yes, MIDP 2.1
- MicroSIM card support only
- SNS integration
- Active noise cancellation with dedicated mic
- Digital compass
- MP3/WAV/eAAC+/WMA player
- MP4/H.264/H.263/WMV player
- Document viewer
- Video/photo editor
- Voice memo/command/dial
- Predictive text input
Battery : Standard battery, Li-Ion 1450 mAh (BV-5JW)
Stand-by : Up to 265 h (2G) / Up to 335 h (3G)
Talk time : Up to 13 h (2G) / Up to 9 h 30 min (3G)

Harga Nokia Lumia 800 kurang lebih : 585 USD atau sekitar 5 jutaan rupiah.

(www.beritateknologi.com-www.gsmarena.com)

25.10.11

Kenali dan Waspadai Aliran 'Aneh' di Lingkungan Kaum Muslimin


Berikut ini, penulis merasa perlu mengemukakan ciri-ciri yang dapat dijadikan barometer untuk menilai, apakah suatu paham atau aliran itu sesat atau tidak. Ciri-ciri ini diambil dari gambaran umum berbagai macam paham dan aliran yang sudah disebutkan oleh para ulama. Dan adalah sangat penting bagi masyarakat umum untuk mengetahuinya, menimbang tidak setiap orang dapat menilai atau mengenali sisi kesesatan secara detail dari suatu paham atau aliran. Ciri-ciri umum aliran sesat tersebut adalah sebagai berikut:

Menggunakan al-Qur’an atau Hadis Untuk Mendoktrin atau Mempengaruhi Korbannya. Karena setiap orang Islam tahu bahwa al-Qur’an itu wahyu Allah, dan Hadis itu sabda Rasulullah Saw. yang tidak pantas dibantah, maka banyaklah orang yang terpedaya oleh doktrin mereka. Seandainya mereka menggunakan selain keduanya, sudah sejak awal doktrin mereka pasti ditolak. Terbukti, al-Qiyadah al-Islamiyah pimpinan Mushaddeq, Ahmadiyah, Kerajaan Eden, N11, Qur’an Suci, Islam Jama’ah, dan Inkar Sunnah, adalah aliran sesat yang jelas-jelas menggunakan ayat-ayat al-Qur’an.

Bila dinyatakan, “Setiap yang mengambil dasar dari al-Qur’an dan hadis itu pasti benar!” Maka kita bisa menjawab, bahwa “al-Qur’an atau Hadis itu memang benar, tetapi penjelasan orang terhadapnya lah yang belum tentu benar”. Maka sikap kita ketika ada orang yang menjelaskan ayat al-Qur’an atau hadis, waspadailah dengan cara mengkonfirmasikannya kepada para guru atau alim ulama yang sudah dikenal dan diakui di masyarakat. Yang sedemikian agar kita selamat dari penjelasan yang ganjil atau sesat yang seringkali menipu kalangan awam sehingga diyakini sebagai kebenaran.

2. Menanamkan Rasa Percaya Diri yang Terlalu Kepada Pengikutnya. Terbukti, para pengikut aliran sesat itu seringkali berani menceramahi atau menyalahkan orang, padahal mereka baru belajar 2 minggu atau satu bulan. Mereka berani mengkaji ayat al-Qur’an atau hadis di depan orang lain, padahal tidak ada bekal yang cukup untuk itu. Lebih buruk lagi, mereka merasa paling benar, dan orang lain dianggap salah. Ini akibat rasa percaya diri yang terlalu tinggi yang mendorong mereka menjadi orang-orang sombong. Sikap ekslusivisme (merasa istimewa) seperti ini membuat mereka merasa paling pantas masuk Surga, sedang selain mereka layak masuk Neraka.

Menyalahi Paham Mayoritas Ulama dan Umat. Umumnya, fatwa-fatwa aliran sesat itu bertolak belakang dari paham mayoritas ulama umat Islam (baik salaf maupun khalaf). Sebut saja di antaranya: Sholat bukan sembahyang tetapi amar ma’ruf nahi munkar, sholat itu hanya satu waktu, puasa itu hanya menahan diri dari makanan yang bernyawa, pergi haji itu bukan ibadah tetapi napak tilas, hadis itu perkataan manusia yang dibuat-buat dan diriwayatkan bukan perkataan Nabi Saw., mengaku jadi nabi, mengaku menerima wahyu, dan lain sebagainya. Rasulullah Saw. sudah memberikan pedoman, bahwa bila ada perbedaan di dalam agama tentang apa saja (termasuk penentuan bulan Ramadhan dan Idul Fitri, atau amalan-amalan kebaikan secara umum), hendaknya kita mengikuti paham ulama yang terbanyak, sebagaimana sabdanya:

??????? ????????? ??????? ??????? ????????? ?????? ????????????? ??????? ???????????? ???? ??????? ????????? ?????? ??????? ????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ???? ????? ???????????? ??????? ???? ??????? ????? ???????????? ??????? ???????????? ???? ???? ??????? ???????????? ???????? (???? ???????)

“Sesungguhnya akan ada setelahku kejelekan dan kerusakan. Maka barang siapa yang melihat orang yang memisahkan diri dari jama’ah (mayoritas umat Islam) atau ingin memecah urusan (agama) umat Muhammad Saw. yang secara nyata terjadi, maka perangilah. Sesungguhnya rahmat Allah atas jama’ah. Sesungguhnya syetan berlari bersama orang yang memisahkan diri dari jama’ah” (HR. An-Nasa’i).
????? ???????? ??? ?????????? ????? ????????? ??????? ?????????? ??????????? ???????????? ???????????? ??????????? (???? ??? ????)

“Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul (untuk bersepakat) atas kesesatan. Maka apabila kalian mendapati perbedaan pendapat, hendaklah kalian mengikuti kelompok (ulama) yang terbesar (terbanyak)” (HR. Ibnu Majah).

4. Menjauhkan Orang dari Ulama. Paham atau aliran sesat memiliki ciri khas ini, entah menjauhkan orang dari ulama, atau menjauhkan orang dari kesepakatan mayoritas ulama. Bahkan lebih buruk lagi, mereka menanamkan kebencian terhadap ulama. Mengapa? Karena bila orang kembali kepada ulama atau kitab-kitab ulama, maka ia tidak akan terpengaruh oleh paham atau aliran sesat. Ulama dan kitab-kitabnya dalam hal ini dianggap sebagai ancaman sekaligus penghalang bagi orang-orang sesat untuk menyebarkan pahamnya. Secara otomatis berlakulah hukum ini, “Barang siapa yang sering berkumpul dengan ulama atau hadir di majlis pengajian para ulama, jauh dari peluang kesesatan.” Kebalikannya tentu mudah ditebak, dan itu cukup menjelaskan kenapa aliran sesat kok banyak pengikutnya.

Pertanyaannya, apakah Wahabi & Salafi termasuk paham atau aliran sesat? Jawabnya, … Potensi kesesatan itu terbuka untuk mereka bila ciri-ciri di atas terbukti ada pada sikap para penganutnya. Pernyataan “sesat” terhadap mereka sebenarnya sudah sejak dahulu dilansir oleh para ulama di dalam kitab-kitab mereka. Tetapi kita tetap menghukumkan mereka sebagai orang Islam, hanya saja mereka perlu diluruskan pemahamannya.

LATAR BELAKANG ORANG MENGIKUTI ALIRAN SESAT

Pembahasan ini akan menjelaskan kenapa setiap aliran sesat memiliki pengikut yang tidak sedikit. Sebab, keadaan manusia (orang-perorang) berbeda-beda. Paling umumnya sebab adalah:

1 – Keawaman Tentang Agama. Sudah menjadi pemandangan umum di mana-mana, bahwa banyak orang yang mengaku beragama Islam tetapi tidak banyak tahu tentang ajaran-ajarannya, kecuali hanya sebatas shalat, puasa, zakat, dan haji. Ada sangat banyak permasalahan aqidah (keyakinan) yang wajib diketahui oleh setiap muslim, dan dengan itu maka ia dapat terselamatkan dari pengaruh paham sesat. Sayangnya, meski majlis ta’lim, para ustadz, dan pengajian bertebaran di mana-mana, orang-orang Islam yang awam ini tidak mau menyempatkan diri untuk belajar. Sehingga, dengan ketidakmengertiannya tentang agama, dia mudah diajak atau dipengaruhi.

2 – Kekaguman. Banyak orang yang memutuskan untuk mengikuti paham seseorang tentang agama semata-mata karena kagum pada kemampuan pribadi orang tersebut, seperti: Hafal al-Qur’an, hafal hadis, sering mengeluarkan dalil, mengemukakan pemikiran yang terkesan baru ditemui, kepribadian yang menyenangkan, cara dakwah yang simpatik, dan lain sebagainya yang membuat seseorang merasa baru menemukan pencerahan dan jalan kebenaran di dalam beragama.

3 – Kebutuhan Ekonomi/Materi. Takut lapar dan kesusahan menjadi peluang paling mudah bagi orang-orang sesat untuk merekrut pengikut, terlebih bagi golongan sesat yang berkelebihan materi atau sumber-sumber dana. Mereka dapat menarik simpati korbannya dengan lebih dulu mengambil simpati melalui program-program santunan atau bantuan bahan makanan. Setelah tumbuh kepercayaan mereka terhadap para penyantun, jadilah mereka seperti kerbau yang dicocok hidung; ke mana saja ikut yang penting makan.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Bukan hanya orang yang takut lapar atau susah yang mudah diperdaya1 dengan cara seperti itu. Orang-orang yang punya kepentingan bisnis atau keuntungan materi pun bisa menjadi sasaran empuk kesesatan mereka, yang dengan mudah dapat diperdayai dengan hubungan kerja sama, peluang bisnis, peluang kerja, bantuan modal, dukungan dana, atau pemberian hadiah.

Maka, bagaimana aliran sesat tidak subur di Indonesia, sementara banyak masyarakatnya hidup dalam kesusahan dan kemiskinan. Ini bukan cuma jadi peluang bagi aliran sesat, tetapi juga peluang bagi upaya-upaya penurtadan seperti yang dilakukan misionaris Nasrani atau Zending Kristen. (SUMBER)(image)

24.10.11

Kisah Gus Dur ,,, Oleh-oleh Dari Wonosobo


Perjalanan Gus Dur Menziarahi Makam Syeikh Hubbudddin (Wonosobo)

Tak peduli di tengah hutan atau diatas gunung, jika ada makam wali, Gus Dur akan berusaha menziarahinya, sekalipun dengan segala keterbatasan fisik yang dialaminya. Dengan tekad kuatnya tersebut, segala rintangan dapat dilaluinya.

Di Wonosobo, daerah yang menjadi atap langitnya Jawa Tengah, terdapat seorang wali bernama Syeikh Hubbuddin yang dimakamkan di daerah tersebut. Tak ada orang yang tahu dimana makam yang sebenarnya.

Sastro Al Ngatawi, mantan asisten pribadi Gus Dur menuturkan, bersama Gus Dur mereka sampai di Wonosobo hampir subuh, lalu mampir di salah satu pesantren di kota tersebut.

Ditemani beberapa Gus (putra kiai), mereka berangkat ke sebuah daerah yang diyakini masyarakat menjadi makam wali tersebut, posisinya tepat dibawah sebuah pohon besar tetapi Gus Dur tak menghiraukannya.

Lalu mereka segera berjalan menuju lokasi lain, ditengah-tengah perjalanan tersebut, rombongan tersebut bertemu dengan orang tua. Dalam suasana yang masih sepi tersebut, mereka mengamati orang tua yang terus berjalan di tengah-tengah sawah. Tiba-tiba saja, ketika ditengah sawah itu orang tua tersebut menghilang.

Gur Dur pun berujar, "Ya itu tadi Syeikh Hubbuddin dan ditengah-tengah sawah tadi makamnya," katanya.

Di Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah terdapat sebuah makam kuno. Konon, makam tersebut bersemayam jazad seorang tokoh pembawa alirah Tarekat Naqsbandiyah pertama kali di tanah Jawa yaitu Syekh Abdullah Qutbudin . Dia berasal dari Iran dan menyebarkan agama Islam dengan membawa bendera tarekat yang kemudian menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa. Bahkan diyakini, Candirejo sendiri merupakan desa Islam pertama di Jawa karena kedatangan Syekh Abdullah Qutbudin ini.


Belum ada penelitian ilmiah yang mengupas Syekh Abdullah Qutbudin ini. siapa dirinya dan bagaimana sepak terjangnya dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa, khususnya di Wonosobo. Hingga kini cerita tentang tokoh tersebut masih dari mulut ke mulut saja.

Sebelumnya masyarakat tidak mengetahui siapa yang dikuburkan di makam tersebut, sehingga makam itu seakan dibiarkan saja. Sampai akhirnya pada tahun 1994, Alm. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur datang ke Desa Candirejo mengunjungi makam.

Penduduk setempat sebelumnya tidak tahu ada makam tokoh terkenal Islam karena makamnya tidak sendirian, tapi menjadi satu dengan kuburan masyarakat desa. Tidak seperti tokoh-tokoh lain, yang makamnya berada di ketinggian atau sendirian. Makam Syekh Qutbudin ini campur dengan makam desa.

Sejak dikunjungi Gus Dur, makam Syekh Abdullah Qutbudin mulai ramai peziarah. Gus Dur yang menemukan makam tokoh yang bersejarah dalam perkembangan Islam di Jawa ini. Menurut cerita KH Chabibullah Idris selaku ulama terkenal di Wonosobo, Gus Dur pada tahun 1994 meminta dirinya untuk menemani mencari makam Syekh Abdullah Qutbudin yang berada di candi.

KH Chabibullah Idris saat itu tidak paham betul yang dimaksud candi itu nama desa atau kawasan candi di Dataran Tinggi Dieng. Menurut Gus Dur, Islam pertama kali masuk ke Jawa di candi. KH Chabibullah Idris ini tidak tahu candi itu mana, apakah komplek candi Dieng atau di mana. Gus Dur datang ke Wonosobo dan memintanya untuk menemani mencari makam tokoh Islam ini tersebut.

Peristiwa tersebut jauh sebelum Gus Dur menjadi Presiden RI. Tokoh kharismatik ini memang memiliki kepedulian tinggi terhadap peninggalan bersejarah termasuk mencari makam-makam yang memiliki nilai sejarah tinggi. Seperti halnya makam Syekh Abdullah Selomanik di Dusun Kalilembu, Dieng Wetan yang juga merupakan tokoh religius.

Menurut cerita Gus Dur, Syekh Abdullah ini mendirikan pesantren di Desa Candirejo namun karena tidak memiliki keturunan, lama-kelamaan pesantrennya tersebut hancur. Ini bisa dilihat dari banyaknya batu-batu candi yang berada di sekitar makam.

Diawali dari kedatangan Gus Dur tersebutlah, makam akhirnya banyak diziarahi masyarakat, terutama dari kalangan pondok pesantren. Dikatakan KH Chabib mengutip pengakuan warga Candirejo, bertahun-tahun lalu, makam itu pernah didatangi orang asing yang juga berprofesi sebagai antropolog dari Eropa yang tengah mengadakan penelitian.

Muncul Cahaya di Atas Makam
Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah tidak terlalu jauh dari Kota Wonosobo. Hanya sekitar 8 kilometer, dapat ditempuh dengan mobil maupun kendaraan roda dua. Jalan menuju desa tersebut cukup bagus, sudah beraspal meskipun tidak terlalu lebar.

Namun ada sebagian jalan desa yang masih berbatu-batu. Makam Syekh Abdullah Qutbudin sendiri berada agak jauh dari desa. Lokasinya di tengah-tengah areal persawahan bercampur dengan makam umum warga setempat.

Letak makam dari perkampungan Candirejo sekitar 1 kilometer, sepanjang jalan menuju makam pengunjung akan disuguhi pemandangan hamparan tanah pertanian berupa tanaman kol, padi dan jagung. Banyak juga pohon-pohon albasia yang tumbuh subur disana.

Di dekat makam terdapat sumber air yang sangat jernih dan dingin serta terus mengalir sepanjang waktu tak pernah kering meskipun musim kemarau. Ketika memasuki makam biasanya akan terkesan dingin dan sunyi lantaran komplek tersebut termasuk makam kuno yang ditumbuhi banyak pohon-pohon besar berusia ratusan tahun. Makam Syekh Abdullah Qutbudin sendiri berada persis di sebelah kiri pintu masuk dan berada di tengah-tengah akar yang bertonjolan. Sangat sederhana tidak ada cungkup atau kijing mewah hanya berupa gundukan tanah yang pinggir-pinggirnya diberi batu-batu. Selain itu terdapat dua batu nisan berukir di kanan dan kirinya serta ada dua makam di sana yang berdampingan. Menurut warga, satunya adalah makam istri Syekh Abdullah Qutbudin.

Di sekitarnya berserakan batu-batu tua berbentuk persegi panjang seperti bata. Diyakini batu tersebut adalah bekas bangunan pondok pesantren milik Syekh Abdullah. Konon, Syekh Abdullah tidak mau makamnya dibangun mewah lantaran lebih memilih apa adanya berupa batu nisan yang berbentuk seperti candi.

Menurut KH Chabibullah Idris, masyarakat sini sering melihat ada cahaya yang muncul dari makam. Pernah petani cabe menunggui tanamannya, tiba-tiba ada cahaya terbang dari makam. Pernah juga ada seorang pimpinan pondok pesantren bersama 12 santrinya berziarah. Lalu hujan sangat deras. Anehnya, mereka tidak kehujanan sama sekali.

Dalam waktu dekat, jalan menuju makam akan diaspal agar memudahkan peziarah datang ke makam sekaligus didirikan tempat representatif. Apabila mulai ramai, diharapkan direspon warga dengan mendirikan tempat berjualan baik makanan maupun suvenir. Tidak ketinggalan dibangun juga tempat parkir yang memadai. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Wonosobo saat ini berusaha mengembangkan wisata religius dengan mengangkat potensi lokal setempat.

Makam Syekh Abdullah Selomanik, Dikunjungi Gus Dur dan Tokoh Nasional.

Syekh Abdullah Selomanik adalah keturunan Brawijaya V dari Majapahit. Putra Raden Bintoro I yang bergelar R Lembu Peteng (Kyai Tarup). Diyakini tokoh merupakan penyebar agama Islam pertama di Lembah Dieng. Sampai sekarang makamnya kerap dikunjungi para peziarah.Peziarah datang dari berbagai kota di luar Wonosobo. Makam ini menjadi terkenal setelah mantan Presiden RI Gus Dur berkunjung beberapa kali.

Konon sebelum menjadi presiden Gus Dur kerap berziarah ke makam Syekh Abdullah Selomanik atau warga menyebutnya Mbah Abdullah. Biasanya ia datang malam hari atau dini hari dengan rombongan beberapa mobil. Sebulan bahkan bisa 3-4 kali datang. Saat suasana Jakarta memanas, konon Gus Dur memilih ziarah selama 4 hari di makam itu.


Pada saat khaul, tidak kurang 10 ribu orang hadir di makam. Mereka berasal dari luar Kota Wonosobo. Makam Mbah Abdullah Selomanik dipugar tahun 2000. Pada saat digali terdapat kain kafan dan jenazahnya masih utuh. Konon, jenazah ini adalah para santri Abdullah Selomanik.

Di sebelah bangunan makam terdapat pohon besar. Pada saat terjadi angin lisus besar, dahan ranting yang patah seharusnya jatuh tepat di makam di bawahnya. Anehnya, dahan justru menimpa makam di depannya agak jauh. Sementara makam tua di bawahnya tetap utuh.

Untuk mencapai makam tersebut, pengunjung melewati rumah penduduk yang berdesak-desakan karena minim lahan pemukiman. Kemudian menaiki tangga yang telah dibangun sedemikian rupa. Sebelum berziarah, pengunjung disarankan untuk berwudlu agar bersih.

Bangunan makam cukup besar, di tengahnya terdapat kijing besar yang ditutup kehttp://www.blogger.com/img/blank.giflambu. Ruangan dibagi dua untuk putra dan putri. Mereka dapat berdoa khusyuk di depan makam.

Bila ingin menikmati pemandangan pegunungan, pengunjung dapat duduk-duduk di luar bangunan makam. Angin dingin khas pegunungan menghujam kulit. Kelelahan selama perjalanan bakal sirna melihat berderet-deret tanah pertanian di atas perbukitan.

Berkunjung ke makam Abdullah Selomanik ini dapat dipadukan dengan wisata alam lain. Dari makam, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng. Lalu lewat Desa Sembungan melihat Telaga Cebong, turun ke Desa Mlandi, mampir sejenak di curug Sikarim. Setelah itu singgah di Telaga Menjer yang airnya tenang.

(sumber)

Get this blog as a slideshow!